Tag: sewa forklift terdekat

  • Yuk, Kenali Forklift Industri!

    Yuk, Kenali Forklift Industri!

    Yuk, Kenali Forklift Industri!– Forklift industri kadang juga disebut sebagai truk pengangkut karena banyak digunakan di industri terutama untuk memindahkan, menaikkan, atau menurunkan material. Forklift ini tidak tercipta secara instan dan tiba-tiba sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu di dunia industri. Pada kesempatan ini Anda akan mendapatkan informasi mengenai apa itu forklift dan seluk beluknya.

    forklift industri

    Sejarah Forklift Industri

    Yuk, Kenali Forklift Industri!– Seperti halnya sebuah teknologi yang terus berkembang dari masa ke masa, forklift industri juga mengalami pembaruan dan penyesuaian agar fungsinya dapat beroperasi maksimal seperti sekarang ini.

    Truk tangan adalah forklift pertama yang digunakan di dermaga. Alat berat ini didesain dengan pemanfaatan roda besi cor dan juga besi tempa. Jadi, barang bisa diangkut dan dipindahkan tanpa perlu menggunakan gerobak roda empat. Selain itu, kemungkinan terjadinya cedera pada para pekerja yang mengangkat alat-alat berat juga berkurang. Lebih lengkapnya simak sejarah dan perkembangan forklift berikut ini:

    1. Tahun 1887 truk pertama

    Alat berat dengan model truk “fork” atau garpu dibuat untuk pertama kalinya di tahun 1887. Pada saat itu, forklift hanya mampu mengangkat sebuah beban dengan ketinggian beberapa inci saja dari permukaan tanah. Ketahanannya pun belum terlalu kuat dan jumlah armadanya hanya terbatas.

    2. Tahun 1909 truk besi

    Pada tahun 1909 model truk forklift telah diperbarui dengan versi besi. Alat berat ini juga dikomersilkan sehingga jumlahnya lebih banyak daripada versi yang pertama.

    3. Tahun 1917 trucktractor

    Clark Company membuat alat bernama “trucktractor” yang merupakan sebuah kendaraan yang dapat mengangkut beban namun memiliki tempat duduk yang seimbang. Di sinilah turning point sebuah forklift karena Clark Company memfokuskan penggunaan forklift untuk kegiatan di gudang dan pabrik.

    4. Tahun 1920 truk fork bertenaga

    Kendaraan berat ini mengalami pembaruan sehingga menjadikannya semakin kuat. Selain itu, mesin hidrolik juga ditambahkan dalam mekanisme forklift sehingga dapat mempermudah dalam proses pengangkutan muatan. Di masa 1920an juga telah dikembangkan forklift dengan mesin derek.

    5. Tahun 1923

    Komponen utama forklift secara resmi ditingkatkan dengan penambahan cantilever atau tiang pengangkat. Sistemnya juga diperbarui dengan menciptakan arus listrik sehingga garpu dapat mengangkat muatan. Tetapi ada masalah serius yang dihadapi yaitu pallet atau garpu ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil sehingga alat mengalami kesulitan pengambilan barang.

    6. Tahun 1930an

    Pada tahun ini muncul solusi bagi varian forklift sebelumnya. Munculnya standarisasi untuk ukuran garpu mulai dari panjang, lebar dan juga jarak fork satu dengan fork lainnya. Jadi, ukuran fork pada alat berat ini mulai disamakan.

    7. Era Perang Dunia II

    Pada era ini ternyata forklift semakin dikenal publik sehingga permintaannya juga meningkat. Tidak di sangka, selain senjata untuk menyerang, kemiliteran juga perlu forklift untuk memindahkan muatan ke kapal serta pesawat.

    Jenis-jenis Forklift Industri

    Yuk, Kenali Forklift Industri!– Berkembangnya teknologi membuat jenis forklift menjadi berbagai macam sehingga dapat digunakan pada berbagai lokasi industri. Berikut adalah beberapa macam forklift yang kerap dijumpai di dunia perindustrian:

    1. Forklift Diesel

    Pada umumnya memiliki kapasitas hingga 10 ton dengan level ketinggian mencapai 6 meter. Jenis ini paling sering digunakan karena harganya terjangkau. Tidak cocok digunakan di industri kuliner atau obat-obatan.

    2. Forklift Elektrik

    Kendaraan berat paling ramah lingkungan adalah jenis forklift elektrik karena ia tidak mengeluarkan asap hasil emosi. Pada umumnya forklift versi elektrik digunakan pada sektor industri konsumsi karena kehigienisan dan tidak mengkontaminasi produk dengan asap yang dikeluarkan pasca pembakaran, Kapasitasnya mencapai 5 ton dan ketinggiannya mencapai 6 m.

    3. Forklift LPG

    Jenis ini dapat mengangkat beban hingga mencapai 2 ton dengan level ketinggian mencapai 2 m.

    4. Forklift Reach Truck

    Alat berat ini dapat mengangkut hingga 2,5 ton dengan level ketinggian yang mumpuni. Ia dapat mengangkat atau memindah barang yang memiliki ketinggian mencapai 8.5 dan 12 m.

    Demikianlah informasi mengenai forklift industri mulai dari sejarah dan perkembangannya dari masa ke masa hingga jenis-jenis forklift yang kerap digunakan di ranah perindustrian. Jika Anda ingin menyewa forklift usaha Anda, segera hubungi Arta Forklift agar kami dapat merekomendasikan forklift sesuai dengan kebutuhan dan keadaan perusahaan Anda.

  • 5 Penyebab Kerusakan Forklift

    5 Penyebab Kerusakan Forklift– Sebagai langkah perencanaan, ada baiknya Anda ketahui apa saja sebab kerusakan forklift yang sering terjadi. Karena walaupun dibeli dari luar negeri dengan biaya hingga ratusan juta, tetapi cepat atau lambat truck ini akan segera rusak bila tidak dirawat dengan baik.

    Biaya perbaikan forklift juga bisa berkali-kali lipat dari harga reparasi mobil atau motor. Karena jika harus mengganti salah satu spare part dalam mesin ini, maka Anda perlu meng-import dari luar negeri.

    Sedangkan jika Anda merental forklift, kerusakan yang terjadi ketika kontrak sewa masih berlaku perlu diganti sesuai dengan kontrak tersebut. Dan bukan hal yang mustahil bila Anda perlu mengganti senilai dengan harga lift truck tersebut.

    Oleh karena itu, mari kita pahami lebih jauh mengenai penyebab kerusakan forklift dan cara menghindarinya.

    Penyebab Kerusakan Forklift

    Berapa Lama Masa Guna Forklift?

    Layaknya mobil, motor, atau kendaraan dan benda otomotif lainnya, forklift juga memiliki masa efektif atau masa guna. Jika mengacu pada situs ARPAC, masa guna forklift adalah dari 8 ribu jam hingga 20 ribu jam. Melewati masa tersebut, maka akan muncul masalah-masalah yang bisa dirasakan.

    Artinya, lift truck bisa digunakan dengan baik setidaknya 2 tahun jika digunakan setiap hari kerja pada umumnya. Sedangkan jika digunakan hanya 1 atau 2 kali dalam seminggu di hari-hari distribusi saja, mungkin masa gunanya bisa lebih panjang.

    Jangan lupa, forklift yang dirawat juga pastinya bisa lebih awet dibandingkan yang tidak terawat. Jadi jangan sepelekan masalah perawatan harian pada kendaraan ini.

    5 Penyebab Kerusakan Forklift

    Meskipun terlihat seperti kendaraan yang kokoh, ternyata ada banyak hal sepele yang bisa menjadi sebab kerusakan pada forklift. Bahkan beberapa dari Anda pasti ada yang pernah atau sering melakukan kesalahan ini.

    Jadi agar tidak menyebabkan masalah yang semakin parah, ketahuilah apa saja penyebab kerusakan lift truck berikut ini.

    1. Operator Kurang Handal

    Seperti yang Anda tahu, forklift tidak bisa dikendarai oleh sembarang orang. Bahkan orang yang bisa mengendarai truck dan kendaraan besar sekalipun tidak menjamin bisa mengoperasikan lift truck dengan baik.

    Jika dipaksakan, forklift bisa rusak karena kecerobohan maupun ketidakpahaman dari dari sang operator forklift dalam mengendarai alat ini.

    Oleh karena itu, dibutuhkan SIM atau surat izin khusus bernama “Fork Lift Truck driving licence”. Surat izin ini hanya bisa didapatkan ketika operator atau salah satu dari karyawan perusahaan Anda sudah menyelesaikan training resmi maupun dari pihak swasta yang menyediakan.

    2. Ceroboh dalam Mengangkat Pallet

    Selanjutnya adalah mengenai pallet atau garpu yang ada di bagian depan lift truck. Pallet ini memang bisa mengangkat beban hingga lebih dari 3 ton dengan bantuan hidrolik. Namun jika tidak hati-hati, pallet ini juga sangat mudah patah dan tergelincir.

    Salah satu kecerobohan yang paling sering dilakukan adalah mengangkat dan menurunkan pallet dengan terlalu cepat. Sehingga hidrolik bisa bocor dan membuat pallet tidak bisa mengangkat beban yang dibawa.

    Selain itu, membawa dan memindahkan box dalam keadaan pallet terangkat juga menjadi salah satu sebab kerusakan forklift yang paling sering terjadi. Karena berdasarkan ketentuan, pallet harus berada di bawah 15 cm dari permukaan ketika forklift akan berjalan.

    3. Tidak Memahami Beban Maksimal yang Bisa Diangkat

    Tiap forklift memiliki spesifikasi dan tipe yang berbeda-beda. Artinya, maksimal beban yang bisa diangkat oleh tiap tipe juga bervariasi.

    Umumnya forklift bisa mengangkat beban maksimal 3 ton dalam satu kali angkut. Sedangkan tipe yang lebih besar untuk kebutuhan konstruksi bisa mengangkut beban hingga lebih dari 25 ton. Sebagai operator maupun pemilik lift truck informasi seperti ini wajib Anda pahami.

    Memaksa forklift mengangkut beban melebihi batas normal bisa menyebabkan kerusakan fatal. Salah satu contohnya adalah mesin hidrolik yang bocor hingga pallet patah karena tidak bisa menahan beban.

    4. Menggunakan Forklift di Permukaan Jalan yang Tidak Sesuai Ketentuan

    Seperti yang sudah dikatakan tadi, ada banyak jenis forklift dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Tidak semua jenis forklift juga bisa digunakan di jalanan yang sama.

    Jenis industrial forklift, yang biasa digunakan untuk kebutuhan konstruksi bangunan, bisa digunakan pada medan jalanan yang licin, tidak rata dan tidak mulus. Sedangkan counterbalance forklift, yang biasa digunakan di gudang dan industri, hanya bisa digunakan di permukaan jalan yang mulus seperti lantai plester.

    Menggunakan forklift tidak sesuai jalan yang ditentukan akan menjadi sebab kerusakan forklift di bagian bannya. Sebab ban counterbalance forklift akan cepat aus dan rusak bila digunakan dijalan aspal yang tidak rata, sedangkan insdustrial forklift akan merusak lantai bila digunakan di dalam ruangan.

    5. Jarang Mengganti Oli atau Memeriksa Mesin Forklift

    Sebab kerusakan forklift yang terakhir adalah jarang atau tidak pernah sama sekali melakukan maintenance pada mesin. Karena layaknya kendaraan dan benda otomotif lainnya, forklift yang setiap hari dipakai harus sering di-maintain agar tidak cepat rusak.

    Umumnya forklift yang jarang diganti oli akan cepat patah di bagian hidrolik, stir maupun pallet. Sedangkan jika mesinnya tidak pernah dibersihkan, maka akan cepat overheat hingga mogok dan tidak bisa dinnyalakan sama sekali.

    Proses mengganti oli pada forklift bisa dilakukan sendiri oleh operator yang sudah paham maupun oleh tenaga profesional. Jika Anda menyewa tenaga profesional, usahakan untuk meminta pemeriksaan mesin yang lain secara bersamaan.

    Bagaimana Cara Merawat Forklift agar Tidak Cepat Rusak?

    Setelah mengetahui apa saja sebab kerusakan forklift, sekarang waktunya Anda mempelajari cara merawat lift truck ini agar tidak cepat rusak. Seperti yang sudah dikatakan tadi, harga lift truck di Indonesia sangat mahal. Jadi akan sangat disayangkan bila Anda tidak merawatnya. Oleh karena itu, ikutilah langkah-langkah perawatan forklift berikut.

    Ganti Cairan Hidrolik dan Oli Secara Teratur

    Mengganti oli secara teratur minimal 2 bulan sekali menjadi salah satu cara paling mudah untuk menghindari berbagai macam sebab kerusakan forklift. Karena dengan rutin mengganti oli, artinya pelumas di setiap mesin maupun sendi pada forklift akan terus terawat dan mencegah terjadinya aus.

    Sedangkan untuk hidrolik, penggantiannya perlu dilakukan tiap kali sudah hampir habis. Jangan menunggu hingga tangki hidrolik kosong sepenuhnya.

    Hal yang sama juga harus dilakukan pada baterai hidrolik. Segera ganti baterai tersebut dengan yang baru ketika dayanya tersisa 25% atau 20%.

    Selalu Rem Tangan dan Matikan Mesin Ketika Tidak Digunakan

    Beberapa dari Anda mungkin ada yang pernah ceroboh dan membiarkan mesin forklift menyala ketika sedang ditinggal sebentar. Padahal kebiasaan seperti ini sangat membahayakan untuk pekerja yang lain maupun untuk mesin lift truck itu sendiri.

    Dengan beban truk yang sangat berat, forklift bisa dengan mudah tergelincir atau mundur sendiri bila tidak ditinggal dalam kondisi mesin menyala dan berada di permukaan yang tidak rata.

    Oleh karena itu, selalu patuhi aturan dengan memarkirkan forklift dalam keadaan rem tangan dipasang serta mesin mati di permukaan tanah yang rata. Jangan lupa gunakan batu bata untuk mengganjal roda forklift agar tidak mundur.

    Itulah dia kumpulan sebab kerusakan forklift beserta cara merawatnya. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut atau berencana rental forklift, silahkan kunjungi Arta Forklift untuk mendapatkan penawaran terbaik.

  • Jenis Forklift Berdasarkan Kegunaannya

    Jenis Forklift Berdasarkan Kegunaannya– Sebelum memutuskan untuk beli lift truck sendiri, ada baiknya Anda pahami dulu apa saja jenis forklift yang biasa digunakan dalam industri dan pabrik. Karena meskipun bentuknya serupa, tetapi alat ini punya fungsi yang berbeda-beda.

    Secara umum, forklift memang digunakan untuk mengangkut muatan atau barang dengan berat di atas 3 ton. Tetapi ada yang dibuat khusus untuk mengangkat barang saja, ada yang bisa digunakan untuk memindahkan barang dengan jarak tertentu, ada juga yang dibuat untuk mengambil dan menyimpan barang.

    Oleh karena itu agar tidak bingung dan salah beli, mari kita pelajari apa saja jenis forklift berdasarkan kegunaannya dalam artikel berikut ini.

    Jenis Forklift Berdasarkan Kegunaannya

    Mengetahui 8 Jenis Forklift Bedasarkan Kegunaannya

    Jenis Forklift Berdasarkan Kegunaannya– Dikutip dari situs MSJGroup, setidaknya ada lebih dari 7 jenis lift truck dengan kegunaan, harga dan ukuran yang berbeda-beda. Sehingga Anda tidak bisa asal memilih forklift yang murah atau yang desainnya paling bagus.

    Jika Anda ingin membeli atau menyewa forklift, sebaiknya ketahui dulu apa saja jenis yang bisa dipilih berikut ini.

    1. Forklift Reach Truck

    Yang pertama adalah jenis reach truck. Sesuai dengan namanya, mesin satu ini digunakan untuk menjangkau barang yang letaknya sangat tinggi. Biasanya forklift reach truck ditempatkan pada gudang dengan tinggi hingga belasan meter.

    Forklift jenis ini juga bisa digunakan di gudang yang sudah memiliki rak tempat menyimpan produk dalam box. Sehingga para karyawan bisa mengambil produk di rak paling atas tanpa harus memanjat atau menggunakan mekanisme pesawat sederhana.

    Reach truck forklift didesain khusus untuk melakukan pekerjaan di dalam ruangan. Sehingga Anda tidak bisa menggunakan alat ini untuk mengantar box yang sedang diangkut ke mobil distributor.

    2. Order Picker Forklift

    Berikutnnya ada order picker, jenis lift truck yang bertugas untuk mengantar barang atau box. Forklift jenis ini hanya bisa menjangkau box dengan ukuran paling tinggi sekitar 9 meter saja.

    Namun dalam mengantar barang, order picker forklift bisa menjangkau hingga lebih dari 1 KM dengan kecepatan tertentu. Dengan begitu para karyawan tidak perlu menggunakan troli untuk mengangkut box yang terlalu berat dari dalam gudang ke truk.

    Order picker forklift juga bisa digunakan di luar ruangan. Tetapi truk ini hanya bisa berjalan di atas permukaan jalan yang rasa seperti lantai pelur atau plester. Sedangkan di atas aspal dan cone block, alat ini kurang bisa diandalkan.

    3. Walkie Stacker Forklift

    Jenis forklift berdasarkan kegunaannya yang ke 4 adalah walkie stacker. Hampir sama seperti order picker, jenis lift truck yang satu ini juga digunakan khusus untuk mengangkut dan memindahkan barang dari rak gudang ke luar. Perbendaannya adalah ukuran walkie stacker lebih ramping dibandingkan order picker.

    Walkie stacker dibuat tanpa memiliki daya apapun untuk mengerakan roda. Sehingga alat ini hanya bisa mengambil box dari rak saja. Sedangkan untuk memindahkannya, operator perlu mendorong sendiri walkie stacker.

    Tetapi alat ini punya kelebihan yang paling utama. Yaitu harga yang jauh lebih terjangkau ketika membeli, menyewa maupun untuk perawatannya. Sebab Anda hanya perlu mengganti oli dan membersihkan hidrolik di dalam mesin saja.

    4. Pallet Jack Forklift

    Selanjutnya ada salah satu jenis forklift paling kecil di dunia, yaitu pallet jack. Forklift jenis ini juga tidak memiliki mesin dan tidak bisa dikendarai layaknya mobil. Tetapi dengan mekanisme pesawat sederhana, operator bisa membawa box dengan berat hingga 4 ton dengan jauh lebih ringan dan cepat.

    Bisa dibilang pallet jack merupakan versi lebih sederhana dan murah dari walkie stacker. Kebanyakan pallet jack juga hanya digunakan untuk mengangkut box yang ada di lantai saja.

    Harga forklift yang satu ini bisa dibilang yang paling murah. Jadi sangat cocok untuk pemilik usaha baru dan belum membutuhkan forklift untuk menjangkau produk yang tinggi.

    5. Rough Terrain Forklift

    Jenis forklift yang berikutnya ini didesain khusus untuk pekerjaan luar ruangan. Namanya adalah rough terrain forklift, jenis lift truck yang sering terlihat ketika Anda melewati daerah pembangunan atau kawasan konstruksi.

    Rough terrain forklift memiliki ban layaknya sebuah truk pada umumnya yang bisa berjalan di atas permukaan tanah licin, bebatuan maupun jalanan yang tidak rata.

    Seperti yang sudah dikatakan tadi, forklift jenis ini digunakan untuk kebutuhan konstruksi dan pembangunan. Biasanya rough terrain forklift mengangkut bahan-bahan konstruksi seperti kayu, baja ringan, besi, dan lain sebagainya.

    6. Industrial Forklift

    Jika rough terrain forklift dibuat khusus untuk kawasan pembangunan dan konstruksi, industrial forklift justru digunakan pada kawasan industri dan pabrik.

    Bisa dibilang industrial forklift merupakan jenis truck lift yang bisa mengangkut beban paling berat dibandingkan jenis lainnya. Bukan hanya itu, truk ini juga bisa mengangkut banyak box sekaligus dalam waktu bersamaan. Sehingga jauh lebih efektif untuk mengangkut bahan-bahan produksi di dalam pabrik.

    Industrial forklift juga bisa berjalan di lantai plester yang rata maupun di lantai aspal maupun cone block di luar ruangan. Biasanya truk ini digunakan untuk memindahkan barang dari gedung satu ke gedung lainnya di dalam kawasan industri.

    7. Telehandler Forklift

    Jenis forklift telehandler juga sering kali terlihat pada kawasan konstruksi dan pembangunan. Sebab lift truck jenis ini sama-sama memiliki roda yang didesain khusus agar bisa bekerja di luar ruangan dengan medan jalanan yang tidak rata dan berliku.

    Fungsi utama telehandler forklift adalah untuk mengaungkut barang atau bahan bangunan dari tanah ke atas konstruksi bangunan. Biasanya, telehander bila mengangkat beban hingga lebih dari 5 ton dalam satu kali angkut.

    Telehandler tidak digunakan untuk memindahkan barang dari bangunan satu ke bangunan lainnya. Alat ini hanya berfungsi untuk mengangkut bahan bangunan ke atas sesuai dengan posisi dimana bahan tersebut dibutuhkan.

    8. Forklift Counterbalance

    Jenis forklift yang terakhir dan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia adalah forklift counterbalance. Bisa dibilang, alat lift truck ini juga yang paling multi fungsi dan sangat mudah untuk dioperasikan.

    Counterbalance forklift biasanya digunakan untuk mengangkut box dan memindahkannya dari dalam gudang ke luar. Fungsinya memang hampir mirip dengan pallet jack dan walkie stacker. Perbedaannya adalah lift truck yang satu ini bisa dikendarai seperti mobil.

    Bukan hanya itu, counterbalance forklift juga bisa memposisikan besi garpu di depannya ke atas dan ke bawah. Sehingga alat ini bisa langsung memindahkan box yang diangkut ke tempat yang lebih tinggi. Baik itu ke dalam rak maupun ke atas bagasi truk distribusi.

    Itulah dia kumpulan jenis forklift berdasarkan kegunaannya masing-masing dan yang paling banyak digunakan. Jika Anda masih bingung membutuhkan forklift jenis mana, Arta Forklift siap membantu menjelaskan lebih dalam mengenai forklift. Di sini Anda juga bisa langsung menyewa lift truck berkualitas sesuai yang dibutuhkan.

  • Keuntungan Menggunakan Forklift dalam Bisnis

    Keuntungan Menggunakan Forklift dalam Bisnis- Dalam perkembangannya, Forklift telah diterima secara umum sebagai moda angkutan barang jarak pendek yang mengubah wajah berbagai jenis bisnis dan industri. Tidak hanya pada industri kargo dan logistik, penggunaan forklift merambah hingga pada area dalam gudang yang sempit.

    Kemampuan jelajah pada area sempit inilah yang membuat forklift juga digunakan pada industri ritel, sementara kapasitas angkut dan daya tahan besar dari jenis Forklift Outdoor membuat alat ini dipakai pada pabrik, tempat bongkar muat peti kemas dan pada industri manufaktur.

    Manfaat Forklift dalam industri dan bisnis

    Keuntungan Menggunakan Forklift dalam Bisnis- Forklift memiliki keunggulan dibandingkan alat angkut lainnya karena alat ini selain mampu memindahkan barang berat juga mampu digunakan pada area gudang yang sempit. Dengan demikian, forklift bisa digunakan mulai dari tempat bongkar muat barang hingga membawanya masuk ke dalam gudang.

    Dengan demikian, forklift memberikan beberapa manfaat langsung terhadap industri dan bisnis sebagai berikut:

    1. Produktivitas

    Dewasa ini Forklift telah dipakai dalam berbagai bidang industri dan bisnis karena terbukti memberikan dampak langsung terhadap peningkatan distribusi barang.

    Dalam hal kecepatan dan akselerasi distribusi barang, Forklift tentu saja unggul dibandingkan mengandalkan tenaga manusia. Untuk pengangkutan barang berukuran kecil, forklift sanggup mengangkat barang sekaligus sementara barang bertonase forklift memiliki kemampuan memindahkan hingga 20 ton.

    Meskipun tidak ada rilis resminya, tetapi peningkatan produktivitas pengangkutan barang dalam jarak pendek menggunakan forklift bisa meningkat hingga puluhan kali lipat dibandingkan dikerjakan secara manual.

    2. Akurasi

    Menggunakan tenaga manusia dalam pengangkutan dan pemindahan barang sudah sampai pada tahap dimana masalah ketepatan atau akurasi sering dipertanyakan. HumanErrordalam industri, bisnis dan pabrik bisa menyebabkan masalah berdampak besar. Misalnya proses pemindahan barang dengan menggunakan tenaga manusia mempunyai kelemahan seperti daya tahan dan daya angkut.

    Jika tidak menggunakan forklift, maka pemindahan barang tersebut akan dilakukan secara parsial. Masalah yang akan timbul bisa pada susunan barang yang telah dirombak untuk memudahkan proses perpindahan.

    Bandingkan jika menggunakan Forklift. Dengan kemampuan atau kapasitas angkut mencapai 20 Ton, Forklift mampu memindahkan barang secara utuh/satu kesatuan tanpa membongkar barang yang berukuran besar.

    3. Efektivitas & Efisiensi

    Ini adalah dua hal yang selalu dihadirkan oleh teknologi, yakni bukan hanya kemudahan melainkan lebih dari itu soal efektivitas dan efisiensi. Bidang industri kargo dan logistik misalnya, membutuhkan kecepatan perpindahan barang karena padatnya jalur distribusi.

    Dengan forklift, tujuan dan target perusahaan dalam bidang usaha terkait bisa terpenuhi sesuai waktu yang ditentukan. Dalam hal efisiensi, forklift secara langsung meningkatkan kinerja perusahaan secara maksimal menyangkut pengangkutan dan pemindahan barang.

    Bagusnya, perusahaan pembuatan Forklift menyediakan berbagai jenis forklift dengan fitur dan ukuran berbeda untuk menyanggupi permintaan yang berbeda, bahkan hingga untuk area pergudangan yang sempit sekalipun.

    4. Kecepatan

    Dengan menggunakan moda angkutan berupa forklift, suatu bidang industri dan bisnis yang membutuhkan pengangkutan dan pemindahan barang mampu mengatur kecepatan distribusi.

    Dengan kecepatan yang tepat, maka target bisa dicapai. Manajemen logistik dan gudang membutuhkan teknologi semacam ini agar sistem yang dibuat bisa bekerja optimal. Selain kecepatan, forklift juga menawarkan akselerasi di saat yang dibutuhkan.

    Tersedianya forklift dalam berbagai ukuran, memungkin perusahaan bisa menggunakan jenis yang berbeda jika ingin mempercepat pemindahan barang. Misalkan menggunakan forklift yang berkapasitas lebih besar dari sebelumnya agar mampu memindahkan barang bertonase tinggi sehingga tidak perlu membutuhkan banyak waktu.

    Mengapa sewa Forklift lebih menguntungkan?

    Keuntungan Menggunakan Forklift dalam Bisnis- Dengan berbagai manfaat di atas maka kebutuhan akan forklift sifatnya wajib untuk beberapa bidang bisnis yang memiliki alur distribusi barang. Lalu bagaimana untuk mendapatkan forklift?

    Pertama, tentu saja membelinya. Dan kedua, menggunakannya dari penyewa. Dari dua cara tersebut, sewa forklift akan lebih masuk akal ketimbang membelinya. Mengapa demikian? Berikut keuntungan sewa forklift dalam bisnis.

    1. Harga beli forklift tergolong mahal

    Kecuali bahwa perusahaan tersebut telah bergerak di bidang bisnis yang membutuhkan forklift untuk waktu yang lama, maka membeli sendiri unit-unit forklift berguna dalam pemakaian jangka panjang.

    Namun, pada perusahaan tertentu membeli beberapa unit forklift sekaligus akan membutuhkan pendanaan yang tinggi. Satu unit forklift tidaklah cukup untuk bekerja dalam jangkauan perusahaan yang luas, sehingga jika harus membelinya harus membeli dalam jumlah lebih dari satu.

    Pertimbangan tersebut membuat sewa forklift lebih menjadi pilihan ketimbang membelinya. Harga sewa forklift di pasaran masih sangat terjangkau sehingga perusahaan mampu menyewanya hingga beberapa unit sekaligus.

    2. Praktis

    Dengan sewa forklift artinya perusahaan tidak perlu memikirkan biaya pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk penggantian spare part adalah tanggung jawab dari perusahaan sewa forklift.

    Selain itu, untuk menjaga kenyamanan klien, perusahaan yang menyediakan jasa sewa forklift memasukan pemeliharaan ke dalam paket sewa untuk menjamin dan menggaransi keamanan kerja kliennya.

    Satu lagi yang membuat sewa forklift lebih praktis adalah tersedianya operator forklift yang berpengalaman dari perusahaan jasa sewa forklift, yang mana pada pekerjaan pengangkutan yang rumit klien tidak perlu mengkhawatirkan kinerja dari staf operator tersebut.

    3. Tepat guna

    Menyewa forklift berdasarkan tingkat kebutuhan sangat efektif dalam mengatur budgeting. Bandingkan dengan membeli sendiri unit forklift yang belum tentu bisa melakukan semua pekerjaan karena spesifikasi yang berbeda-beda (kecuali perusahaan tersebut mampu mengadakan sejumlah forklift yang berbeda tipe).

    Jika melihat forklift yang beredar di pasaran, maka setiap kebutuhan yang berbeda memerlukan forklift dari jenis yang berbeda. Forklift pada area dalam gudang berbeda dengan forklift pada luar ruangan. Dengan cara menyewa, perusahaan hanya akan menyewa jenis yang tepat sesuai kebutuhan sehingga tidak perlu ada forklift yang nganggur.

    4. Kualitas dan keamanan yang lebih terjamin

    Perusahaan yang menyediakan jasa sewa forklift bertanggung jawab atas kualitas forklift mereka. Setiap unit harus selalu dipastikan dalam keadaan baik dan optimal. Dengan perawatan yang rutin, forklift akan bekerja secara maksimal di lapangan.

    Jika ada unit yang rusak dalam pemakaian, maka perusahaan pemilik forklift akan menganalisis kerusakan lalu menggantinya tanpa mengenakan biaya sewa ulang kepada klien kecuali jika kerusakan yang dimaksud ada unsur kesengajaan.

    Kualitas forklift juga dipengaruhi oleh merek dari forklift itu sendiri. Karena persaingan harga sewa, klien bisa mendapatkan forklift dari merek terkenal dengan harga yang terjangkau.

    Demikian keuntungan-keuntungan dari sewa forklift untuk peningkatan bisnis. Sejak awal pemasarannya, forklift telah mengambil peran penting dalam dunia usaha di seluruh dunia serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan jenis usaha yang menggunakannya.

  • Kenapa Anda Perlu Forklift

    Kenapa Anda Perlu Forklift- Kenapa perlu forklift untuk bisnis? Pertanyaan seperti ini mungkin sering terlintas di pikiran Anda tiap kali melihat atau pun membicarakan masalah perkembangan usaha. Karena berdasarkan pengalaman dari pengusaha lainnya, konon alat berat yang satu ini bisa meningkatkan produktivitas hingga berkali-kali lipat.

    Kenapa Anda Perlu Forklift

    Apakah benar seperti itu? Apa benar forklift akan menjadi bagian besar dalam perkembangan bisnis Anda? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita pelajari bersama tentang forklift dan kegunaannya serta kenapa perlu forklift untuk bisnis Anda dalam artikel berikut ini.

    4 Alasan Kenapa Anda Perlu Forklift

    Apa itu Forklift?

    Kenapa Anda Perlu Forklift- Dikutip dari Wikipedia, forklift merupakan salah satu alat berat yang sering digunakan untuk kebutuhan industri seperti pabrik, pembangunan dan gudang. Fungsi utama dari alat ini adalah untuk mengangkut beban berton-ton yang mustahil untuk diangkut oleh manusia sendirian.

    Beban yang bisa angkat oleh alat ini lebih dari 20 ton untuk satu kali angkut. Hal ini dikarenakan forklift memiliki sistem hidrolik yang bisa menahan beban hingga hingga ratusan ton. Jadi bisa dibilang, forklift merupakan truck namun lebih fleksibel, ukurannya lebih kecil, serta bisa bermanuver dengan leluasa.

    Forklift biasanya dikenal juga dengan sebutan lift truck, fork truck atau fork hoist. Alat ini pertama kali dikembangkan di masa Perang Dunia 2, tepatnya di tahun awal abad ke-20.

    Sejak pertama kali diproduksi masal dan dijual untuk umum, forklift langsung menjadi 1 dari 20 alat manufaktur paling berpengaruh dan paling banyak dicari sepanjang masa. Tercatat ada lebih dari 940 ribu unit forklift dalam berbagai macam tipe yang sudah dijual ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

    Jenis forklift sendiri ada banyak dan dibedakan berdasarkan kegunaanya, seperti:

    • Counterbalance forklift
    • Industrial forklift
    • Hand pallet
    • Order Picker
    • Stacker
    • Telescopic handler
    • Reach truck

    Kenapa Perlu Forklift untuk Perkembangan Bisnis?

    Kenapa Anda Perlu Forklift- Kembali lagi ke pertanyaan awal, kenapa perlu forklift dan apa pengaruhnya untuk bisnis?

    Pertanyaan seperti ini sebenarnya hanya muncul untuk Anda yang baru dalam dunia bisnis konstruksi dan industri lainnya. Karena tanpa digunakannya forklift, bisnis-bisnis tersebut tidak akan berjalan apalagi berkembang.

    Tapi untuk menghilangkan pikiran skeptis yang masih Anda miliki, berikut ini kami akan berikan alasan kenapa perlu forklift untuk menjamin keberlangsungan bisnis.

    Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

    Kenapa Anda Perlu Forklift- Alasan yang pertama mengapa bisnis Anda membutuhkan forklift adalah untuk meningkatkan produktivitas bisnis tersebut. Hal ini akan sangat terasa bila bisnis Anda berhubungan dengan pabrik atau gudang yang sering memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.

    Jika biasanya bahan-bahan untuk keperluan produksi dipindahkan dengan trolley, keranjang, atau alat lainnya yang dioperasikan secara manual, kini karyawan Anda tidak perlu melakukannya lagi bila sudah ada forklift.

    Sebab semua bahan bisa diangkut secara bersamaan menggunakan truk dan langsung diantarkan ke tempat dimana bahan-bahan tersbeut akan dipakai. Cara ini tentunya jauh lebih efisien dari segi waktu dan tenaga.

    Sama halnya dengan bisnis gudang atau distribusi. Daripada meminta karyawan mengantarkan barang dari gudang ke truk satu per satu, lebih baik manfaatkan teknologi yang ada. Yaitu dengan menggunakan forklift untuk mengangkut seluruh barang yang akan dipindahkan secara bersamaan.

    Sebagai Alat Bantu Memindahkan Barang Berat

    Kenapa Anda Perlu Forklift- Alasan kenapa perlu forklift yang satu ini lebih terasa signifikan bila bisnis Anda bergerak di bidang konstruksi dan pembangunan. Sebab biasanya, memindahkan bahan bangunan yang berat dilakukan menggunakan keranjang roda atau memanfaatkan prinsip pesawat sederhana yang lain.

    Untuk pembangunan skala kecil seperti rumah 2 lantai, kos-kosan atau sekolah mungkin metode tersebut sudah cukup. Namun jika yang dibangun adalah pabrik, gedung belasan lantai, hotel, atau universitas, tentunya Anda butuh lebih dari pesawat sederahana.

    Oleh karena itu, forklift bisa membantu sebagai pengganti alat yang menggunakan prinsip pesawat sederhana tersebut. Kegunaan dari forklift juga bukan hanya untuk memindahkan barang dari tempat ke tempat di lantai yang sama.

    Justru beberapa jenis forklift dibuat khusus untuk mengangkut bahan bangunan dari lantai paling bawah ke lantai paling atas dalam hitungan menit.

    Meringankan Kerja Karyawan yang Lain

    Kenapa Anda Perlu Forklift- Dari 2 alasan sebelumnya, Anda pasti sudah sadar bahwa forklift ini bisa meringankan kerja karyawan yang lain. Sehingga mereka bisa fokus di bagian pekerjaan utama yang harus dilakukan.

    Misalnya pada bagian produksi di dalam pabrik, mereka bisa fokus membuat produk apapun yang bisnis Anda jual, tanpa perlu bolak-balik mengambil bahan untuk kebutuhan produksi. Atau dalam bisnis konstruksi, pekerja kontraktor bisa fokus membangun proyek tanpa harus mengambil bahan bangunan dari gudang.

    Dengan begitu, produktivitas perusahaan bisa bertambah, apapun bidang usaha yang Anda jalani.

    Memiliki Tingkat Safety yang Tinggi

    Kenapa Anda Perlu Forklift- Seperti yang Anda ketahui, tiap alat berat selalu diproduksi dengan tingkat safety dan keamanan yang sangat tinggi. Termasuk juga pada forklift dan jenis lift truck lainnya.

    Di Indonesia, forklift yang memiliki izin edar selalu dilengkapi dengan stiker SNI (Standar Nasional Indonesia). Meskipun begitu, kebanyakan forklift dibuat di luar negeri dan diimport ke Indonesia. Sehingga standar keamanan alat ini adalah standar international, bukan standar di dalam negeri saja.

    Sehingga daripada membuat sendiri alat alternatif dengan fungsi yang sama, lebih baik Anda mengeluarkan uang yang sedikit lebih besar untuk membeli maupun merental forklift. Dengan begitu, Anda tidak perlu membahayakan karyawan ketika melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan benda berat.

    ArtaForklift Menyediakan Harga Sewa Forklift Dan Crane yang terjangkau untuk Bisnis Anda. Hubungi kami.

    Siapa yang Membutuhkan Forklift?

    Setelah tahu alasan kenapa perlu forklift untuk meningkatkan produktivitas bisnis, sekarang pertanyaannya adalah bisnis seperti apa yang memerlukan alat ini?

    1. Bisnis di Bidang Konstruksi dan Pembangunan

    Bisnis konstruksi dan pembangunan merupakan jenis bisnis yang paling membutuhkan forklift. Karena sudah pasti, kebanyakan bahan bangunan yang diperlukan untuk bisnis ini memiliki berat puluhan kilo.

    Oleh karena itu bila Anda memiliki bisnis di bidang kontraktor, proyek maupun pembangunan lainnya, memiliki forklift adalah sebuah investasi yang sangat besar untuk perkembangan bisnis. Kalaupun Anda belum yakin ingin membeli forklift sendiri, tidak ada salahnya mencoba dengan sewa lift truck ini per proyek.

    2. Gudang dan Distribusi

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bisnis di bidang gudang dan distribusi juga sangat membutuhkan forklift untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Selain itu, Anda bisa juga bisa menumpuk barang di rak yang lebih tinggi menggunakan forklift.

    Jadi selain mempercepat proses pemindahan barang dari gudang ke truk, forklift juga bisa meningkatkan efektivitas tempat di gudang. Meskipun lahan bangunan yang Anda miliki terbatas, barang bisa disimpan di dalam gudang tetap banyak karena ditumpuk ke atas.

    3. Pabrik

    Terakhir, forklift sangat dibutuhkan untuk pemilik pabrik dan produsen barang-barang dalam jumlah banyak. Selain untuk mengantarkan bahan yang dibutuhkan untuk produksi dari gudang ke mesin, forklift juga bisa digunakan untuk mengangkut produk yang sudah selesai dikemas ke gudang sebelum dikirim lagi ke distributor.

    Umumnya pabrik seperti ini mengirimkan hasil produksinya yang sudah dikemas dalam bentuk kardus maupun container. Yang mana sangat cocok untuk diangkut oleh forklift karena bentuknya kotak dan rata di bagian bawah.

    Demikianlah alasan kenapa perlu forklift untuk perkembangan dan berjalannya bisnis Anda. Jika Anda belum ingin beli forklift sendiri, silahkan hubungi ArtaForklift untuk melihat-lihat dan menyewa lift truck dengan harga terbaik.

  • Menggunakan Forklift dengan Aman

    Memahami cara menggunakan forklift dengan aman tentunya menjadi hal yang wajib diketahui oleh tiap operator. Sebab alat berat yang satu ini sangat berbahaya dan termasuk salah satu penyebab kecelakaan kerja paling banyak dan paling mematikan dalam lingkungan industri.

    Jika dilihat, mengendarai forklift memang seperti mengendarai truck atau kendaraan berat lainnya. Tapi bedanya, forklift merupakan alat berat yang dikendarai di dalam ruangan, dengan medan yang lebih sempit.

    Jadi sudah pasti operator forklift harus bisa bermanuver agar truknya tidak menabrak dan rak-rak yang akan ia lewati. Dan kemampuan seperti ini tidak bisa dilakukan oleh operator biasa yang belum terlatih.=

    Menggunakan Forklift Dengan Aman

    Sebagai pengusaha yang membutuhkan forklift, Anda juga perlu tahu bahwa tidak semua orang boleh menggunakan alat ini. Karena ternayata, ada persyaratan khusus yang wajib dipenuhi agar bisa menggunakan forklift dengan aman.

    1. Memiliki Lisensi atau Surat Izin Mengoperasikan Forklift

    Dikutip dari situs Forklift Safety, salah satu syarat orang boleh mengoperasikan lift truck adalah sudah mengantongi surat izin resmi dari instansi tertentu. Secara global, usia orang yang bisa mendapatkan surat izin ini harus di atas 18 tahun.

    Surat izin ini didapatkan setelah melakukan uji kelayakan dan kemampuan operator. Di Indonesia sendiri, sudah banyak tempat uji untuk mendapatkan SIO (Surat Izin Operasi) forklift.

    2. Sudah Pernah Mengikuti Pelatihan Forklift

    Operator forklift juga wajib mengikuti pelatihan minimal 1 kali untuk jenis forklift yang akan mereka gunakan. Biasanya, calon operator yang akan mengikuti tes untuk mendapatkan SIO akan ditanya apakah mereka pernah ikut pelatihan atau tidak.

    Karena tidak seperti ten SIM mobil atau motor, tes untuk mendapatkan SIO ini tidak bisa didapatkan hanya dengan dasar otodidak saja.

    Pelatihan forklift akan memakan waktu dari 2 minggu hingga lebih dari 2 bulan. Tergantung jenis forklift dan tingkat kesulitan alat yang akan operator gunakan.

    3. Menguasai Medan Jalanan

    Terakhir, operator juga harus menguasai medan agar bisa menggunakan forklift dengan aman. Karena seperti yang sudah dikatakan tadi, lift truck ini akan digunakan di dalam ruangan dengan banyak lorong atau rak. Sehingga operator harus menguasai dulu medan jalanan tempat mereka akan bekerja.

    Biasanya adaptasi dilakukan dengan mengendarai forklift di lapangan langsung tanpa membawa beban. Dengan begitu, operator bisa tahu dimana ia harus berbelok, bagaimana cara bermanuver, atau melakukan pergerakan lainnya tanpa menabrak maupun menyenggol barang di sekitar.

    Proses adaptasi dan pengenalan pada medan jalanan ini juga tidak berlangsung 1 atau 2 hari saja. Biasanya operator yang sudah profesional sekalipun butuh waktu hingga 1 minggu untuk memahami layout bangunan tempat ia bekerja.

    Tips Menggunakan Forklift dengan Aman

    Cara mengoperasikan forklift yang aman pastinya akan dipelajari oleh tiap operator yang mengikuti pelatihan. Namun jika Anda adalah seorang HRD atau pemilik usaha tersebut yang tidak ikut pelatihan, tidak ada salahnya juga memahami apa saja hal yang perlu dilakukan agar forklift bisa dioperasikan dengan aman.

    Dengan begitu Anda bisa menegur operator ketika lalai atau ceroboh dalam menjalankan alat tersebut. Nah, berikut ini adalah beberapa tips mengoperasikan lift truck dengan aman dan mengurangi resiko kesalahan dalam kerja.

    1. Periksa Peralatan dan Bagian-Bagian Forklift Sebelum Digunakan

    Layaknya ketika ingin mengendarai mobil, operator juga wajib memeriksa seluruh bagian penting dalam forklift sebelum digunakan. Biasanya akan diperiksa adalah rem, hidrolik, ban, oli, diesel atau bahan bakar, dan masih banyak lagi.

    Ketika ada salah satu bagian dalam forklift yang tidak bisa dioperasikan dengan benar, maka operator harus langsung melapor dan tidak boleh menggunakan alat tersebut.

    Dalam menggunakan forklift, tidak ada yang namanya toleransi kerusakan atau membiarkan sementara kerusakan tersebut. Sebab kerusakan sedikit saja harus langsung diperbaiki karena bisa membahayakan nyawa operator maupun pegawai yang lain.

    2. Gunakan Klakson Tiap kali akan Melewati Lorong

    Berikutnya, operator wajib membunyikan klakson tiap kali akan berbelok ke lorong atau rak yang sempit. Hal ini menjadi tanda kepada pegawai lain bahwa ada forklift yang akan lewat.

    Selain itu, klakson juga wajib digunakan ketika operator akan melewati tempat atau jalanan yang sempit dan sedang dipenuhi pegawai lain. Suara forklift memang sudah cukup berisik, namun beberapa truk keluaran terbaru memiliki suara yang jauh lebih senyap.

    Sehingga bisa saja pegawai tidak menyadari keberadaan forklift dan lewat ke jalur yang harusnya dilalui oleh alat ini.

    Jadi walaupun tidak keras, operator tetap wajib membunyikan klakson tiap kali akan menggunakan jalur yang sedang dipenuhi oleh pegawai lain. Fungsinya adalah untuk menandakan bahwa ada forklift yang akan lewat dan pegawai yang lain diminta menepi sejenak.

    3. Selalu Pasang Perlengkapan Safety

    Tips yang terakhir untuk menggunakan forklift dengan aman adalah selalu menggunakan perlengkapan keamanan atau safety tiap kali mengoperasikan alat ini. Baik ketika ingin menggunakannya selama berjam-jam maupun hanya 15 menit.

    Safety yang paling utama dalam forklift tentunya sabuk pengaman. Beberapa jenis alat yang digunakan di daerah pembangunan atau konstruksi juga mewajibkan operatornya menggunakan helm serta sarung tangan.

    Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika Menggunakan Forklift

    Setelah mengetahui apa saja tips menggunakan forklift dengan aman, berikutnya Anda juga wajib tau apa saja hal yang tidak boleh dilakukan ketika sedang mengendarai forklift, di antaranya adalah:

    1. Mengendarai dengan Kecepatan Tinggi

    Forklift bukanlah kendaraan yang didesain untuk berkendara dengan kecepatan tinggi. Apalagi ketika truk dalam keadaan mengangkut beban.

    Meskipun sedang terburu-buru, operator forklift tidak boleh mengendarai alat ini dengan kecepatan di atas 8 miles per hours atau sekitar 12 KM per jam. Beberapa forklift bahkan hanya didesain untuk jarak dekat dengan maksimal kecepatan di bawah 10 KM per jam.

    Dengan begitu, operator bisa mengendarai alat ini dengan lebih aman tanpa khawatir merusak fasilitas lain ketika tidak sengaja menabrak bagian di dalam pabrik, gudang atau jenis gedung lainnya.

    2. Meninggalkan Forklift dalam Keadaan Mengangkut Beban

    Kecerobohan operator yang paling sering dilakukan adalah meninggalkan truk dalam keadaan mengangkut beban. Padahal perilaku seperti ini sangat bertolak belakang dengan cara menggunakan forklift dengan aman dan selalu diingatkan dalam proses pelatihan.

    Roda forklift yang licin akan sangat mudah berputar sendiri bila ditempatkan di permukaan tanah meskipun hanya miring sedikit. Ditambah lagi bila ada beban, maka alat ini akan sangat cepat bergerak dan tidak bisa dihentikan lagi.

    Itulah mengapa, forklift harus selalu diparkirkan dalam keadaan bagian belakang menghadap tembok dan bagian depan di ganjal batu bata atau kotak untuk menahan rodanya. Kemudian operator juga wajib menggunakan rem tangan tiap kali forklift berhenti.

    3. Melewati Jalan yang Basah oleh Cairan Apapun

    Terakhir, forklift tidak boleh berjalan di permukaan jalanan yang basah oleh cairan apapun. Baik itu carian pembersih, air yang tumpah tanpa sengaja, maupun basah karena cipratan air hujan. Permukaan tanah yang akan dilewati forklift wajib sudah dikeringkan dengan pel maupun secara alami.

    Itulah dia beberapa tips dan cara menggunakan forklift dengan aman. Jika Anda sedang mencari forklift untuk disewa atau ingin membeli yang bekas, ArtaForklift siap memenuhi kebutuhan Anda.

  • Forklift Industri

    Forklift industri kadang juga disebut sebagai truk pengangkut karena banyak digunakan di industri terutama untuk memindahkan, menaikkan, atau menurunkan material. Forklift ini tidak tercipta secara instan dan tiba-tiba sehingga dapat dijadikan sebagai alat bantu di dunia industri. Pada kesempatan ini Anda akan mendapatkan informasi mengenai apa itu forklift dan seluk beluknya.

    Forklift Industri Dan Sejarah Nya

    forklift industri

    Seperti halnya sebuah teknologi yang terus berkembang dari masa ke masa, forklift industri juga mengalami pembaruan dan penyesuaian agar fungsinya dapat beroperasi maksimal seperti sekarang ini.

    Truk tangan adalah forklift pertama yang digunakan di dermaga. Alat berat ini didesain dengan pemanfaatan roda besi cor dan juga besi tempa. Jadi, barang bisa diangkut dan dipindahkan tanpa perlu menggunakan gerobak roda empat. Selain itu, kemungkinan terjadinya cedera pada para pekerja yang mengangkat alat-alat berat juga berkurang. Lebih lengkapnya simak sejarah dan perkembangan forklift berikut ini:

    1. Tahun 1887 truk pertama

    Alat berat dengan model truk “fork” atau garpu dibuat untuk pertama kalinya di tahun 1887. Pada saat itu, forklift hanya mampu mengangkat sebuah beban dengan ketinggian beberapa inci saja dari permukaan tanah. Ketahanannya pun belum terlalu kuat dan jumlah armadanya hanya terbatas.

    2. Tahun 1909 truk besi

    Pada tahun 1909 model truk forklift telah diperbarui dengan versi besi. Alat berat ini juga dikomersilkan sehingga jumlahnya lebih banyak daripada versi yang pertama.

    3. Tahun 1917 trucktractor

    Clark Company membuat alat bernama “trucktractor” yang merupakan sebuah kendaraan yang dapat mengangkut beban namun memiliki tempat duduk yang seimbang. Di sinilah turning point sebuah forklift karena Clark Company memfokuskan penggunaan forklift untuk kegiatan di gudang dan pabrik.

    4. Tahun 1920 truk fork bertenaga

    Kendaraan berat ini mengalami pembaruan sehingga menjadikannya semakin kuat. Selain itu, mesin hidrolik juga ditambahkan dalam mekanisme forklift sehingga dapat mempermudah dalam proses pengangkutan muatan. Di masa 1920an juga telah dikembangkan forklift dengan mesin derek.

    5. Tahun 1923

    Komponen utama forklift secara resmi ditingkatkan dengan penambahan cantilever atau tiang pengangkat. Sistemnya juga diperbarui dengan menciptakan arus listrik sehingga garpu dapat mengangkat muatan. Tetapi ada masalah serius yang dihadapi yaitu pallet atau garpu ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil sehingga alat mengalami kesulitan pengambilan barang.

    6. Tahun 1930an

    Pada tahun ini muncul solusi bagi varian forklift sebelumnya. Munculnya standarisasi untuk ukuran garpu mulai dari panjang, lebar dan juga jarak fork satu dengan fork lainnya. Jadi, ukuran fork pada alat berat ini mulai disamakan.

    7. Era Perang Dunia II

    Pada era ini ternyata forklift semakin dikenal publik sehingga permintaannya juga meningkat. Tidak di sangka, selain senjata untuk menyerang, kemiliteran juga perlu forklift untuk memindahkan muatan ke kapal serta pesawat.

    Jenis-jenis Forklift Industri

    Berkembangnya teknologi membuat jenis forklift menjadi berbagai macam sehingga dapat digunakan pada berbagai lokasi industri. Berikut adalah beberapa macam forklift yang kerap dijumpai di dunia perindustrian:

    1. Forklift Diesel

    Pada umumnya memiliki kapasitas hingga 10 ton dengan level ketinggian mencapai 6 meter. Jenis ini paling sering digunakan karena harganya terjangkau. Tidak cocok digunakan di industri kuliner atau obat-obatan.

    2. Forklift Elektrik

    Kendaraan berat paling ramah lingkungan adalah jenis forklift elektrik karena ia tidak mengeluarkan asap hasil emosi. Pada umumnya forklift versi elektrik digunakan pada sektor industri konsumsi karena kehigienisan dan tidak mengkontaminasi produk dengan asap yang dikeluarkan pasca pembakaran, Kapasitasnya mencapai 5 ton dan ketinggiannya mencapai 6 m.

    3. Forklift LPG

    Jenis ini dapat mengangkat beban hingga mencapai 2 ton dengan level ketinggian mencapai 2 m.

    4. Forklift Reach Truck

    Alat berat ini dapat mengangkut hingga 2,5 ton dengan level ketinggian yang mumpuni. Ia dapat mengangkat atau memindah barang yang memiliki ketinggian mencapai 8.5 dan 12 m.

    Demikianlah informasi mengenai forklift industri mulai dari sejarah dan perkembangannya dari masa ke masa hingga jenis-jenis forklift yang kerap digunakan di ranah perindustrian. Jika Anda ingin menyewa forklift usaha Anda, segera hubungi Artaforklift agar kami dapat merekomendasikan forklift sesuai dengan kebutuhan dan keadaan perusahaan Anda.

  • Fungsi Utama Forklift

    Fungsi Utama Forklift– Alat berat yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Forklift memang menjadi salah satu alat berat yang banyak digunakan mulai di pabrik, gudang, hingga pusat perbelanjaan. Fungsi utama forklift ini adalah untuk mengangkat dan memindahkan barang dengan mudah.

    Meskipun sudah banyak yang tahu tentang alat berat ini, namun masih banyak yang bingung bila ditanya apa itu forklift. Sama halnya dengan alat berat yang lain, forklift ini terdiri dari banyak jenis sesuai dengan fungsinya sehingga mendefinisikan forklift memang tidak mudah. Berikut ini penjelasan singkat tentang segala hal yang perlu diketahui tentang forklift.

    Fungsi Utama Forklift

    Apa itu forklift?

    Secara harfiah forklift bisa diartikan sebagai garpu pengangkat dari kata fork dam lift. Forklift adalah jenis truk atau alat berat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang. Alat berat yang satu ini tidak bisa digantikan oleh jenis alat berat yang lain karena fungsinya. Forklift mampu mengangkat beban yang sangat berat yang tidak bisa diangkat oleh manusia. Sehingga alat berat yang satu ini selalu dibutuhkan baik di pabrik, gudang, lokasi konstruksi, pusat perbelanjaan, atau dimanapun yang membutuhkan mengangkat beban berat.

    Kalau dilihat sekilas bentuk forklift ini seperti mobil kecil dengan garpu pengangkat dibagian depan. Bentuknya yang kecil, dibanding dengan truk alat berat lain, membuat forklift bisa digunakan di dalam ruangan seperti gudang atau pabrik. Sama halnya dengan truk alat berat lain, forklift juga terdiri dari berbagai jenis dengan fungsi yang berbeda.

    Jenis forklift

    Fungsi utama forklift memang untuk mengangkat dan memindahkan barang, namun alat berat ini ternyata mempunyai jenis yang berbeda-beda. Sehingga fungsi dan kegunaanya forklift juga berbeda sesuai dengan jenisnya.

    1. Forklift gasoline

    Seperti namanya, forklift gasoline ini menggunakan bahan bakar bensin. Alat berat ini mempunyai kapasitas angkat sebesar 10 ton. Selain itu, forklift gasoline bisa mengangkat barang hingga ketinggian 2 meter. Karena menggunakan bensin, maka forklift ini lebih cocok digunakan diluar ruangan karena menghasilkan emisi gas dan berpotensi menyebabkan polusi.

    2. Forklift diesel

    Dari semua jenis forklift, jenis diesel ini yang paling kuat dan tahan banting. Spesifikasi dan kinerja forklift diesel ini lebih baik dibanding jenis lain dan membutuhkan bahan bakar yang lebih sedikit. Forklift diesel ini mempunyai kapasitas hingga 30 ton dan bisa mengangkat barang hingga ketinggian 6 meter. Dengan kemampuannya, forklift diesel cocok digunakan untuk keperluan handling dengan kapasitas besar. Selain itu, forklift ini juga lebih cocok digunakan untuk penggunaan luar ruangan karena menghasilkan emisi gas.

    3. Forklift elektrik

    Forklift elektrik ini tergolong jenis menengah. Kapasitas mengangkat forklift ini mulai 8 ton dan lebih. Forklift elektrik juga bisa mengangkat barang hingga tinggi 6 meter. Keunggulan forklift elektrik ini adalah tidak menghasilkan emisi gas sehingga cocok digunakan di dalam ruangan seperti gudang atau pabrik. Forklift elektrik ini juga cocok digunakan untuk industri farmasi karena lebih aman dan tidak menghasilkan gas.

    4. Forklift reach truck

    Seperti namanya, forklift reach truck digunakan untuk mengangkat barang yang berada di ketinggian. Kapasitas mengangkatnya hanya 2 ton namun bisa menjangkau barang hingga ketinggian 11 meter. Forklift yang satu ini cocok digunakan untuk gudang atau pabrik dengan rak yang tinggi.

    Selain dari fungsinya, jenis-jenis forklift juga dibedakan berdasarkan operasionalnya. Forklift terdiri dari dua jenis operasional yaitu manual dan otomatis. Seperti namanya, forklift manual menggunakan beberapa tuas manual untuk mengangkat dan memindahkan barang. Selain itu kemudi forklift juga masih menggunakan operasional manual. Untuk mengemudikan forklift secara manual, operator harus mempunyai pelatihan khusus karena pengoperasiannya yang cukup sulit. Selain itu tidak terdapat tuas maju-mundur dan secara umum pengoperasiannya berbeda dengan mobil.

    Jenis forklift otomatis menggunakan operasional yang lebih mudah dibanding dengan jenis manual. Tuas handle pada forklift otomatis ini hanya 4 yaitu maju-mundur, naik-turun, geser kiri-kanan, dan cungkil. Forklift jenis ini tidak mempunyai gigi sehingga lebih mudah dioperasikan, hampir mirip dengan cara mengemudikan mobil.

    Baik forklift otomatis maupun manual, operator harus mempunyai pelatihan yang baik. Hal ini karena pengoperasian forklift berhubungan dengan keselamatan kerja di lapangan.

    Fungsi Utama Forklift Berseta Ukuran

    Ukuran forklift berbeda-beda berdasarkan dengan fungsinya. Ada forklift yang berukuran besar dan ada pula yang berukuran kecil. Umumnya ukuran forklift antara 2 hingga 3 meter. Untuk forklift yang digunakan di area konstruksi yang berat, ukurannya bisa lebih besar dari 3 meter. Sedangkan untuk forklift yang digunakan di dalam ruangan ukurannya tidak lebih dari 2 meter. Dengan ukuran yang kecil, forklift bisa digunakan di area sempit seperti di antara rak dan juga lebih mudah dikemudikan. Selain ukurannya, forklift juga dilihat dari tingginya atau kemampuan mengangkat barang. Standar tinggi forklift adalah 5 hingga 6 meter namun untuk jenis tertentu bisa mencapai tinggi 11 meter seperti forklift reach truck.

    Elemen forklift

    Selain mengetahui apa itu forklift dan ukurannya, forklift juga dilihat dari fungsinya. Karena bentuknya forklift mampu membawa beban yang sangat berat. Untuk mengangkat beban berat, forklift mempunyai tiga elemen utama yaitu kapasitas, stabilitas, dan besar muatan.

    • Kapasitas – kapasitas forklift adalah beban maksimal yang bisa diangkat oleh forklift dalam kondisi aman. Beban yang biasa diangkat forklift berkisar antara 2 hingga 10 ton. Bila melebihi kapasitas tersebut, forklift menjadi tidak stabil dan berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja.
    • Stabilitas – pusat stabilitas forklift adalah segitiga yang terletak di bagian bawah. Bagian ini menjadi pusat gravitasi yang menjaga forklift agar tetap seimbang dan tidak terguling. Segitiga stabilitas ini membuat anda yakin dengan beban yang dibawa forklift karena alat berat ini sudah didesain sedemikian rupa.
    • Pusat beban – pusat beban adalah jarak antara garpu atau fork dengan segitiga stabilitas. Besar jarak ini bisa bervariasi tergantung dengan berat beban, sudut angkat, dan kemiringan sudut. Sebagai operator forklift, tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama anda menggunakan alat berat ini sesuai dengan batasan beban yang direkomendasikan.

    Memilih forklift yang tepat

    Memilih forklift yang tepat memang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Hal ini karena forklift dibuat untuk kebutuhan yang berbeda-beda. Tidak heran bila satu pabrik atau gudang atau tempat konstruksi bisa mempunyai lebih dari satu forklift karena memang kebutuhan yang berbeda-beda. Lalu kriteria apa saja yang harus diperhatikan ketika memilih forklift?

    1. Beban muatan

    Pertimbangan pertama adalah beban maksimal yang bisa diangkat oleh forklift. Pilih alat berat dengan spesifikasi sesuai kebutuhan anda, misalnya anda butuh forklift untuk pekerjaan konstruksi dan memilih jenis diesel. Bisa juga anda memilih forklift elektrik untuk digunakan didalam ruangan seperti gudang yang tertutup misalnya.

    2. Ruang bekerja

    Tinggi forklift juga harus dipertimbangkan. Meskipun ada forklift yang tidak terlalu tinggi namun tetap saja pastikan bila forklift bisa masuk dan keluar ruang kerja dengan mudah. Jangan sampai forklift tersangkut di pintu atau langit-langit karena perhitungan yang kurang baik.

    3. Medan kerja

    Lokasi kerja juga menjadi pertimbangan ketika memilih forklift. Perhatikan medan kerja di lokasi apakah mulus atau bergelombang. Hal ini berpengaruh pada kinerja forklift. Selain itu, pertimbangkan pula apakah lantai bisa menahan beban forklift ketika digunakan. Jangan sampai lantai ambrol atau rusak karena tidak bisa menahan beban forklift yang berat.

    4. Jenis forklift

    Forklift tersedia dalam berbagai jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Memilih jenis forklift pun harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

    Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih forklift. Anda tentu tidak mau salah dalam memilih unit yang berakibat forklift tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Perhatikan kebutuhan kerja, kondisi di lapangan, dan juga spesifikasi forklift. Dengan begitu anda bisa memilih unit terbaik untuk menunjang pekerjaan.

    Sebagai alat berat yang unik, jenis forklift dan fungsinya ini tidak tergantikan. Forklift bisa mengangkat beban berat yang tidak bisa dilakukan manusia sehingga pekerjaan di lapangan menjadi lebih mudah dan aman. Dengan jenis yang tepat, forklift bisa digunakan di semua lokasi pekerjaan baik di dalam maupun di luar ruangan. Jika Anda membutuhkan jasa untuk sewa forklift, jangan ragu untuk segera menghubungi Artaforklift.

  • Mengenal Perbedaan Forklift dan Reach Truck

    Dalam bisnis warehouse atau pergudangan, forklift dan reach truck adalah dua alat berat yang sudah lazim ditemui. Penggunaan dua alat berat ini memang sedikit mirip satu sama lain namun ternyata fitur utamanya sangat berbeda. Sehingga keduanya digunakan untuk kebutuhan yang berbeda pula. Secara umum, forklift digunakan untuk mengangkat beban yang berat sedangkan reach truck digunakan untuk mengangkat benda di ketinggian. Berikut ini beberapa penjelasan singkat tentang perbedaan forklift dan reach truck.

    Apa Itu Forklift?

    Perbedaan Forklift Dan Reach Truck

    Forklift adalah salah satu jenis alat berat yang umum digunakan untuk mengangkat beban berat. Pada perusahaan atau gudang, forklift digunakan untuk memindahkan, menumpuk, dan mengangkat benda atau palet dengan berat hingga 10 ton. Bentuk forklift ini identik dengan garpu di bagian depan yang digunakan untuk mengangkat beban. Alat berat yang satu ini bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan dan fleksibel untuk berbagai jenis pekerjaan.

    Forklift sendiri memiliki beragam jenis. Jenis forklift disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhannya. Kapasitas mengangkat forklift ini berbeda-beda tergantung dengan jenisnya mulai dari yang terendah sekitar 2 ton hingga mencapai 10 ton.

    Apa Itu Reach Truck?

    Berbeda dengan forklift, reach truck ini mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding dengan forklift sehingga bisa digunakan di area yang lebih sempit. Biasanya reach truck digunakan di sela-sela diantara rak gudang. Sesuai namanya, reach truck digunakan untuk mengangkat benda di ketinggian. Alat berat ini mempunyai banyak fitur seperti kamera yang menunjang jarak pandang operator ketika memindahkan barang.

    Reach truck ini bisa mengangkat benda pada ketinggian hingga 11 meter namun tinggi maksimal per alat tergantung dengan jenis dan merknya. Alat berat ini dibuat dengan menggunakan baterai dan listrik sebagai sumber energi sehingga tidak menghasilkan emisi gas. Tidak heran bila reach truck banyak digunakan untuk pekerjaan indoor atau dalam ruangan.

    Baca juga : Jasa Undangan Digital

    Perbedaan Forklift Dan Reach Truck

    Meskipun kedua alat berat sama-sama digunakan untuk mengangkat barang, namun fungsinya tentu berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan forklift dan reach truck.

    1. Kapasitas

    Karena fungsi yang berbeda, kapasitas reach truck pun berbeda dengan forklift. Reach truck hanya mampu mengangkat beban sekitar 3 ton, sedangkan forklift bisa mengangkat beban hingga 10 ton tergantung dengan jenis forklift.

    2. Jarak pandang

    Forklift menggunakan fitur jarak pandang yang lurus ke depan dimana operator bisa melihat apa yang ada didepannya. Meskipun ketika mengangkat beban berat jarak pandang bisa saja terhalang beban, namun operator forklift tetap bisa melihat ke depan dengan mudah. Sedangkan reach truck mempunyai banyak fitur untuk menunjang jarak pandang karena beban yang diangkat ke atas sedangkan alat berat banyak yang menghadap ke samping.

    3. Radius berputar

    Tergantung dengan desainnya, reach truck mempunyai radius putar yang lebih sedikit dibanding dengan forklift. Hal ini karena reach truck banyak digunakan pada area yang lebih sempit.

    4. Energi

    Semua reach truck menggunakan baterai dan listrik sebagai sumber energi. Sedangkan forklift bisa menggunakan energi dari diesel, bensin, LPG, dan juga listrik tergantung dengan jenisnya.

    Kapan Harus Menggunakan Forklift?

    Forklift ini lebih cocok digunakan untuk mengangkat beban yang berat. Biasanya forklift lebih cocok digunakan di lokasi konstruksi, gudang, bongkar muat, dan tempat lain yang membutuhkan mengangkat dan memindahkan barang berat. Alat berat ini juga membutuhkan lokasi kerja yang lebih luas. Bahkan forklift juga bisa digunakan di luar ruangan dengan medan yang susah sekalipun.

    Kapan Harus Menggunakan Reach Truck?

    Berbeda dengan forklift, reach truck lebih cocok digunakan untuk pekerjaan dalam ruangan. Alat berat ini juga tidak bisa mengangkat beban seberat forklift namun bisa mengangkat barang di ketinggian. Sehingga reach truck lebih cocok digunakan untuk gudang dengan rak yang tinggi dan sela-sela rak yang sempit. Karena menggunakan baterai, reach truck sebaiknya hanya digunakan di dalam ruangan saja.

    Meskipun sama-sama berfungsi mengangkat barang, namun forklift dan reach truck mempunyai fitur yang berbeda-beda. Memilih alat yang tepat sangat penting untuk memastikan bila alat bisa digunakan dengan baik. Jika Anda membutuhkan jasa sewa forklift, jangan ragu untuk segera menghubungi Artaforklift.